Bencana Kebakaran Desa Nggembe, Kec. Bolo

6/2/20

Di Desa Nggembe, Kec. Bolo. Telah terjadi Kebakaran yang menimpa Warga Rt : 13 dan 14 Rw : 03 Dusun Jala, sekitar pukul 14.04 wita (5/2/20), yang dimana rumah dari beberapa warga mengalami dampak Rusak Berat, yaitu sebagai berikut :

  1. Muh. Ismail (Pemilik rumah) / Kaharudin (yg menempati/ org tua) usia 70 thn (Jumlah Jiwa = 4 Orang) Rumah Panggung Hangus terbakar (induk 9 tiang + dapur 6 tiang);
  2. Abubakar Baco 40 thn, Jumlah Jiwa yang menempati sebanyak 6 Orang. Rumah Panggung hangus terbakar (induk 12 tiang + dapur 9 tiang);
  3. Ice Abdullah 70 thn 1 Orang. Rumah batu hangus terbakar;
  4. Hamisah usman 85 thn 1 Orang. Rumah Panggung hangus terbakar 9 tiang;
  5. Jainudin Jakariah 38 thn (Jumlah Jiwa = 5 Orang) Rumah batu Rusak Berat;
  6. Abubakar M. Ali 42 thn (7 jiwa) Rumah panggung 12 tiang atap dibongkar untuk menghindari meluasnya kejadian kebakaran;

Dari Kejadian tersebut tidak ada Korban, namun ada 2 rumah sekitarnya terkena dampak dari meluasnya kebakaran tersebut, adalah Rumah dari Bapak Muhammad H. Talib (1 KK) dan Naser Jamaludin (2 KK).

Saat ini korban – korban yang Rumahnya mengalami Kerusakan Berat mengungsi di rumah keluarga / tetangga terdekat. Ketika kejadian, Pemadam Kebakaran dan beberapa warga sekitar membantu melakukan Pemadaman. Ketika Malam hari Team TRC – PB BPBD Kab. Bima melakukan cepat tanggap dengan segera mendistribusi bantuan Logistik, Peralatan dan Pemasangan Tenda untuk Korban terdampak.

Dokumentasi Proses Pemadaman Kebakaran

Distribusi Logistik, Peralatan dan Pemasangan Tenda oleh TRC – PB BPBD Kab. Bima


Rapat koordinasi Bersama BNPB RI, Bupati Bima dan Pemda Kab. Bima di kantor Bupati Bima.

Pada hari sabtu tanggal 21 Desember 2019 Pukul 20.45 sd 23.15 Wita bertempat di kantor Bupati Bima jalan Sukarno Hatta No I Dusun godo Desa Dadibou kec. woha Kab. Bima, telah berlangsung kegiatan Rapat koordinasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana Republik Indonesia( BNPB RI ) dengan Pemda Kab.Bima Terkait hutan yang gundul dan perbaikan terhadap ekosistem hutan di kab. Bima dan kab. Dompu yang dihadiri oleh Kepala BNPB RI Letjen TNI Doni Monardo dan tamu undangan sekitar 100 Orang. Yang turut Hadir dalam kegiatan tersebut diantaranya :

  1. Kepala BNPB RI Letjen TNI Doni Monardo
  2. Danrem 162/WB.Kol. Czi. Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han.
  3. Bupati Bima Hj. Indah Damayanti Putri ,SE
  4. Bupati Dompu Drs. H. Bambang M. Yasin
  5. Dandim 1608/Bima Bambang kurnia Eka Putra
  6. Kapolres Bima di Wakili oleh kabak Humas Iptu Hanafi.
  7. Wakil Bupati Bima Drs. H.Dahlan M. Nor
  8. Pit Deputi Penanganan Darurat. Dody Ruslandi.
  9. Tenaga Ahli Kepala BNPB. Egy Massadiah.
  10. Direktur PK .Benadus.
  11. Kasubdit Peringatan Dini BNPB . Abdul Munhari.
  12. Wantannas Frans Thomas
  13. Korspri Kepala BNPB. Budi Irawan.
  14. Staf Khusus Kepala BNPB. M.Hasyim.
  15. Toga, Toma dan tamu undangan sekitar 100 orang.

1.Pukul 20.45 wita rombongan Kepala BNPB RI Letjen TNI Doni Monardo tiba di kantor Bupati langsung menuju ruangan Bupati Bima untuk melaksanakan jamuan malam .

2.Pukul 21.10 wita Rapat koordinasi Bersama badan nasional penanggulangan bencana republik indonesia( BNPB RI )bersama Pemda Kab.Bima di Mulai dan di awali dengan menyanyikan lagu kebangsaan indonesia raya dan Mars BPBD dilanjutkan denga Doa yang pimpin oleh Bapak H. Abidin.

Penyampaian dari Bupati Bima Hj Indah Damayanti Putri, SE yang intinya:

a. Pemangku kepentingan utama pada malam hari ini dengan penuh syukur ke hadirat Allah Subhanahu Wa Ta’ala merupakan rahmat bagi masyarakat Nusa Tenggara Barat Kabupaten Bima Kabupaten Dompu dan kota Bima yang tentunya Bagi siapapun dan alhamdulillah salah satu pejabat di tingkat nasional yang hadir dan langsung naik ke atas gunung

b.kabupaten Bima terdiri dari 191 desa dan 18 Kecamatan kami pernah mengalami banjir besar pada tahun 2016 yang dirasakan oleh masyarakat dan keluarga kami dan juga di wilayah kabupaten tentunya belajar dari pengalaman pahit yang kami rasakan

c. kami tidak ingin merasakan bencana di daerah dan tentunya salah satunya adalah komitmen kami semua untuk menyelamatkan kondisi hutan yang ada di wilayah tentunya arahan dan petunjuk Kepala BNPB pada saatnya nanti kami harapkan yang tentunya hasil rapat koordinasi yang kita laksanakan bersama pada malam hari ini mudah-mudahan selain berbuah komitmen yang tentunya akan ditindaklanjuti dengan regulasi regulasi sehingga sama sekali Bagi BPMDS yang mengawal pengelolaan Dana Desa agar adanya himbauan yang lebih mendalam terkait dengan penggunaan ADD yang pro rakyat.

Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo memberikan beberapa penyampaian yang intinya :

a. Saya sangat prihatin atas kerusakan hutan yang terjadi di wilayah Parado Kab.Bima dan Saya tidak menyangka bahwa kerusakannya hutan sangat parah tidak menyisakan satu potong pohon.

b. pohon-pohon ditebang di habisin tinggal nanti menunggu malapetaka yang akan terjadi ketika kita membiarkan semuanya terjadi.ketiaka 8000 hektar Hutan hancur dan berapa ribu pohon yang sudah ditebang dan tidak ada satu pun saya lihat mereka yang berani pasang badan untuk mencegah

c. Apakah kita bisa disebut bangsa yang beradab ketika semua mata air kita musnahkan dan dulu ada air terjun dan Sekarang sudah hilang akibat kerusakan hutan.

d. Masyarakat bima pada umumnya beragama Islam kita diajarkan oleh Ustadz kita Islam yang rahmatallil alamin Islam yang merupakan rahmat bagi alam semesta tetapi mana ajaran Alquran dan kitab kita sebagai umat Islam yang taat kepada Allah SWT .

e. Saya minta supaya dengan segala kekuatan yang ada 2018 yang lalu BNPB telah mengalokasikan dana yang ada ini dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk betul-betul mengembalikan fungsi konservasi jangan biarkan mereka yang dapat mengurangi kualitas penanaman pohon yang ditumbuhkan tapi berapa banyak pohon yang tumbuh seribu pohon yang di tanam seribu dua yang mati apalah gunanya seratus yang kita tanam seratus dua yang tumbuh itu lebih baik.sekian dari saya terima kasih.

Penyampaian dari Bupati Dompu Bapak Drs. H. Bambang M. Yasin yang intinya:

a.Rusaknya hutan karna beralihnya kewenangan ,
Masyarakat sudah tau Kalau bupati yang melarang masyarakat yang membabat hutan dan masyarakat lebih tau bahwa ini bukan urusan bupati

b. Ilegaloging terus berlangsung sampai hari ini di gunung tambora gimana proses hukumnya.
Wilayah kita Bima, Dompu sumbawa adalah gunung sampai hari ini yang di tamam di hutan dan gunung yang bebatuan adalah jagung.

c.Reboisasi Tidak Ada yang jadi di dompu setiap tahun Kami lakukan tapi pohon Tidak Pernah tumbuh Kenapa bisa begitu karna tidak ada lahan pekerjaan dan rakyat kita ikut bekerja di situ.

d. Yang kemiringan lebih dari 40 derajat Dan Kalau Kurang dari itu akan di jadikan lahan garapan masyarakat biar masyarakat tidak lapar
Kalau hari ini kita putuskan menutup hutan Mari kita siapkan lahan pekerjaan untuk masyarakat.

Penyampaian dari Sekda Kota Bima yang intinya :

a.Kami sepakat dengan komitmen kita yaitu menjaga sisa hutan yang belum di babat oleh masyarakat dan
Kami di amanatkan oleh walikota Bima berterimakasih atas bantaunnya bapak pada pasca banjir di Kota Bima pada tahun 2016.

b.Permohonan Kami masih ada rencana aksi Reboisasi yang Kami lakukan agar bapak jendral melihat kembali dan membantu Kami.

Penyampaian Kepala BMKG :

a. kami sepakat Ada degradasi lingkungan kita lihat yang terjadi di Dompu terutama di kilo dan kab. Bima di sanggar kemudian asa Kota Bima pada tahun
2016,2017 tidak banjir tapi 2018 ,2019 akan banjir Apabila curah hujan Kurang dari satu jam.

b. hujan Kurang dari 40 menit wilayah kota Bima akan banjir.
Kita sepakat degradasi hutan kita harus Siap untuk 20 hari ke depan akan terjadi hujan.

Penyampaian dari Komunitas hijau bima yang intinya:

Harapan Kami Ada baiknya anak muda terlibat dalam perbaikan hutan Kami melakukan diskusi lingkungan dan malam ini Kami Minta rekomendasi dari Bupati Bima dan walikota bima

Penyampaian dari Abdullah, Mpd yang intinya:

a.Kami berupaya sudah 2 tahun bagaimana hutan itu bisa di lestararikan.
Ada konsef baru di perguruan tinggi Laskar kembar Purnama.

b.kami Minta Ijin operasional Kepada pemerintah Biar Kami bersama Mahasiswa untuk menanam pohon dan memperbaiki kembali hutan yang sudah rusak.

Tanggapan dari Bupati Bima bupati yang intinya:

a. Beliau datang kesini bukan untuk mencari kesalahan yang di harapkan oleh bapak Kepala BNPB bagaiman komitmen kita tidak ada lagi penambahan lahan di hutan kita seperti. Wawo, donggo, wera yang sering mengirim banjir.

b. Kita sadari bersama beliau pergi ke daratan Flores dan beliau hadir untuk mengingatkan kita untuk menjaga kelestarian hutan dan saya ingatkan Kepada camat agar melakukan pemetaan kembali terhadap hutan tutupan kita sehingga tidak ada lagi pembabatan hutan.

Saran dari Danrem 162/WB.Kol. Czi. Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han. :

a. Sambil menunggu proses pembentukan satgas untuk yang kemiringan 40 derajat akan di tutup Kami akan membentuk satgas gabungan dari bataliyon untuk menjaga sisa hutan yang masih ada.

b. Kami akan laporkan Kepada Pangdam untuk menempatkan personil untuk menjaga hutan di parado atau di wilayah kab. Bima yang lainnya termasuk di Kab.Dompu

c. Kami akan melakukan pemetaan wilayah Di sepanjang daerah yang terancam sebelum terbebtuknya satgas.

Penyampaian dari Bapak Indra Jaya dari dinas pertanian dan perkebunan yang intinya:

a. Seperti yang di Sampaikan oleh bapak jendral tadi Kita bukan bangga dengan menanam 1000 pohon tapi kita bangga dengan yang hidup 10 pohon

b. Saya setuju dengan saran pak danrem agar menempatkan personil di hutan di wilayah parado.

c. Kami Minta Regulasi perijinan kita di Rubah.

d. Membagi tugas pemda dan pemerintah Pusat untuk menanam pohon dan kita berikan kepercayaan Kepada masyarakat untuk menjaga pohon dengan Cara pemerintah memberikan hadiah atau keuntungan Kepada masyarakat.

Penyampaian dari wakil Bupati Bima yang intinya:

a. Kami Pernah menanam pohon dan Kami Membagi tugas dengan dandim dan kapolre dan Kami menanam sebanyak 6000 pohon.

b. Pada tahun 2016 pemda kab. Bima berani mengambil kebijakan dan menganggarkan 2 M untuk menjaga pohon dan patroli tapi percuma tetap di semprot oleh masyarakat.

c. Kami berkomitmen akan melakukan operasi bersama dan kita harus menjadi komitmen bahwa yang melakukan perambat hutan ini tidak bisa dilakukan tindakan kepolisian karna UUD 18 dan tidak punya kekuatan hukum.

d. Wilayah sanggar biasa Tidak Ada banjir tapi Sakarang banjir terus sampai jembatan putus di
Desa piong sanggar ada satu mushola di bawa banjir dan saya punya utang untuk membangun musholah jadi saya mohon kepada bapak jendral dapat membantu pembangunan rumah masyarakat yang di Bibir sungai.

e. Maka Kami Minta Hari ini Perlu kesepakatan apakah hutan yang gundul itu harus kita tutup atau bagaimana .

Tanggapan dari Kepala BNPB yang intinya :

a. Pemerintah harus berkoloborasi dengan kamponen untuk menjaga ekosistem hutan kita harus bisa menyentuh hati masyarakat tampa di penjara .

b. Kita ambil contoh Dari sungai citarum dan Sungai citarum adalah sungai terkotor di dunia dan Sakarang sudah di akui menjadi sungai yang paling bersih.

c. Ketika kita bisa menyentuh hati masyarakat tidak ada yang tidak bisa untuk memperbaiki ekosistem hutan kita,kalau dengan masyarakat sudah tidak bisa maka tentaralah ujung tombaknya.

d. Pemerintah harus turun ke masyarakat dan Mari kita Bicara tentang hablu minallah ,habluminannas dan hablu Minal Alam agar mereka bisa menjaga Alam dan hutan.

e. Harus ada kerja Sama TNI POLRI tugas tni memperbaiki ekosistem dan POlRI penegakan Hukum dan itu adalah jalan terakhir dan ini Amanat untuk TNI dalam sishankamrata Ketika ada perang konfensional mau gerilia kemana hutan sudah gundul Semua.

f. Mari berikan semangat Kepada masyarakat untuk menjaga sisa hutan yang belum di babat wilayah sumbawa ini punya potensi luarbiasa dan Kami akan mendukung perbaikan hutan di wilaya Pulau sumbawa. Demikian.

Kepala BNPB Reboisasi di Hutan Kab – Bima

sab, 21/12/19

Pada hari sabtu (21/12/19) Bima di Kunjungi oleh Kepala BNPB RI Letnan Jenderal Doni Monardo, Beliau berkunjung untuk melihat keadaan atau kondisi Hutan di Bima – NTB, dan melakukan Reboisasi di lokasi yang telah scheduled oleh BPBD Kab. Bima, yang dimana lokasi tersebut dipilih di Hutan Dam Pela – Parado, Kec. Parado, Kab. Bima. Reboisasi Hutan tersebut diselenggarakan dengan di hadiri oleh OPD (Organisasi Perangkat Daerah), Legislatif, dan beberapa Undangan yang terkait (Bupati bima, Walikota Bima, Bupati Dompu/yang mewakili, Kepala BPBD Kota Bima, Kepala BNPB Prov. NTB, Danrem, Dandim, DPR – RI, Deputi Penanganan Kedaruratan, dll), dengan tambahan personil penjaga keamanan dari Sat Pol.PP, Tim SAR, Tagana (Dinas Sosial), Polres Kab. Bima, TNI, dll.

Bencana Banjir Bandang di Wilayah Kab. Bima

18 Dec 19

Bencana Banjir Bandang kembali menerpa Wilayah Kabupaten Bima, pada hari Rabu 18/12/19, lokasinya di Desa Kore, Kecamatan Sanggar, Kabupaten Bima, yang dimana tidak ada korban jiwa. Hanya kerugian material, beras, peralatan dapur, tikar, dll. Banjir tersebut setinggi 1 meter, Jumlah Rumah yg terendam sebanyak 45 Rumah

Nama2 korban beserta jumlah anggota keluarga setiap KK yang terdampak Bencana Banjir di Desa Kore Kec. Sanggar :

  1. Ajis/ jumlah keluarga 4
  2. M. Fadlin./3
  3. Husamain/6
  4. Jamaludin/4
  5. Ruslin/5
  6. Mubin/7
  7. Musliadin/3
  8. Iskandar/2
  9. Rano/5
  10. Hasan/3
  11. ARahma/5
  12. Rosita/3
  13. Juraidin/4
  14. Julkifli/5
  15. Nasaruddin/5
  16. Weran/4
  17. Saharuddin/5
  18. M.ali/4
  19. Muhsin/4
  20. Dara/3
  21. Askarudin,/6
  22. Ikmal/3
  23. Ishaka/7
  24. Nurdin/3
  25. Rahma/4
  26. Jamal/2
  27. Arifin/5
  28. Hanafi/4
  29. Rudal/2
  30. Hasnah/2
  31. Ma,ruf/5
  32. Mar,in/4
  33. H. Safiun/3
  34. Abrar/3
  35. Ajis/4
  36. Ofan/3
  37. Ramli/5
  38. Sirajudin/5
  39. Sudirman/5
  40. Masrin/5
  41. Rita/3
  42. Lanang/4
  43. Ahmad/7
  44. Rismn Siswanto/6
  45. Bahanan/5

2 sekolah = SMP 1 Sanggar dan SDN 3 Kore

Rt/ Rw yang terendam BANJIR RT 06. /RT 04. RT. 09.

Informasi yang diperoleh dari Pak SIRAJUDIN, selaku Ketua Rt 07 Desa Kore Kec. Sanggar, data sementara yg bisa kami himpun untuk saat ini…

Rapat Persiapan Penyambutan Kepala BNPB

18 Dec 19

Digelarkannya Rapat Persiapan Penyambutan Letnan Jenderal TNI Doni Monardo selaku Kepala BNPB pada hari rabu 18/12/19 Pukul 09.00 WITA di Aula Rapat Kantor BPBD Kab Bima, Kepala BPBD Kab. Bima mengundang Ir. H. Nurdin selaku Assistant II Bupati Kab. Bima dan pak Kabag Humas Protokol Pem.Kab Bima Candra Kusuma S.Ap beserta jajaran ASN BPBD Kab. Bima turut hadir, untuk membahas tentang kegiatan atau rundown dari Kepala BNPB tersebut yang akan diselenggarakan pada hari sabtu tanggal 21/12/19 yang akan datang.

Distribusi Bantuan Untuk Korban Bencana Angin Putting Beliung Desa Penapali, Kec.Woha

12 Desember 2019

Bencana alam Angin Putting Beliung yang terjadi pada hari Rabu siang pukul 13.05 WITA pada tanggal 11/12/19, membuat salah satu warga yang bernama Nasarudin dan bermukim di Desa Penapali Rt/Rw : 03/01, Kec. Woha yang menjadi korban dari bencana alam tersebut, mengakibatkan rumahnya mengalami kerusakan berat. Sehingga BPBD Kab. Bima tanggap cepat untuk mendistribusikan bantuan kepada korban, berupa Logistik, Perlengkapan Dapur, Selimut, Terpal, Tikar, dll.

Distribusi Bantuan Logistik & Peralatan Di Desa Penapali, Kec.Woha 12 Des 2019

Wagub NTB Buka Galla Dinner Save Teluk Bima di Museum Asi Mbojo

Walikota Bima H. Muhammad Lutfi, SE menghadiri Galla Dinner Gerakan Pencanangan Save Teluk Bima di Museum ASI Mbojo Bima, Sabtu (7/12/2019). Galla Dinner ini dihadiri oleh Wakil Gubernur NTB Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah. Hadir pula anggota Forkominda Kota dan Kabupaten Bima, kepala OPD Lingkup Kota dan Kabupaten Bima, dan para penggiat lingkungan.

Pembukaan ditandai dengan pemukulan Gong oleh Wakil Gubernur NTB didampingi oleh Wakil Ketua DPRD Provinsi Nusa Tenggara Barat, Walikota Bima dan Anggota Forkominda Kota dan Kabupaten Bima.

Dalam sambutannya Walikota Bima menyampaikan dukungan penuh terhadap program save teluk Bima. Baginya teluk Bima dengan segala keindahannya harus kita jaga bersama karena ini manjadi potensi kehidupan dan potensi wisata yang jika dipoles dengan baik maka teluk bima.akan menjadi teluk terindah yang ada di Provinsi NTB.

Sementara itu, Wakil Gubernur NTB dalam arahannya menyampaikan bahwa Teluk Bima bukan saja menikmati keindahannya karena teluk Bima juga sumber kehidupan masyarakat kita.

“Dengan deklarasi ini bukan akhir tapi menjadi awal kita untuk melakukan berbagai upaya untuk menyelamatkan lingkungan kita menjaga teluk Bima,” jelas Wagub.

Dipesankannya juga agar masyarakat tidak lagi menanam jagung di lereng hutan tapi di wilayah dataran.

“Tempatkan segala sesuatu sesuai pada tempatnya. Sejahterakan masyarakat tapi jaga lingkungan kita. Save teluk Bima harus kita lakukan sesuai dengan kapasitas masing-masing,” pesan Wagub.

Acara diakhiri dengan pemberian penghargaan 10 Inspirator di wilayah Nusa Tenggara Barat.

(http://www.wartantb.com/wagub-ntb-buka-galla-dinner-save-teluk-bima-di-museum-asi-mbojo/)

Bersama Bupati dan Walikota Bima, Wakil Gubernur Tanam Pohon di Teluk Bima

Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah bersama Bupati Kabupaten Bima, Indah Dhamayanti Putri, SE dan Wali Kota Bima, H. M. Lutfi dan para relawan melakukan penanaman pohon cemara laut dan mangrove, Minggu (08/12/2019).

           Kegiatan tersebut berlangsung di Desa Kananta, Kecamatan Soromandi, Kabupaten Bima yang letaknya berada di kawasan Teluk Bima. Penanaman tersebut digelar dalam rangka Gerakan Save Teluk Bima dan Jambore Pengurangan Risiko Bencana (PRB) yang digagas Pemerintah Kota dan Kabupaten Bima. Hadir juga pada kegiatan itu para Asisten Gubernur NTB, yaitu Asiten Bidang Pemerintahan dan Kesra Dra Baiq Eva Nurcahyaningsih, M.Si, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Ir. Ridwan Syah, M.Sc.MT.MM, dan Asisten Administrasi dan Umum, Ir. Hj. Hartinah, MM. Wakil Gubernur mengatakan bahwa penanaman pohon tersebut merupakan orientasi bagaimana menjadikan Kabupaten dan Kota Bima serta NTB secara umum berada pada level tangguh bencana. “Kita ingin ke depan, semua desa kita tangguh bencana,” ungkap Wagub yang akrab disapa Umi Rohmi itu. Ia memuji Bupati dan masyarakat Kabupaten Bima yang memiliki komitmen tinggi terhadap lingkungan mulai dari anak-anak hingga orang tua. Umi Rohmi terus mendorong seluruh masyarakat untuk peduli pada lingkungan serta tidak perlu berkecil hati atas apa yang telah terjadi pada lingkungan selama ini. Yang perlu dilakukan ke depan adalah terus memperbaiki lingkungan. “Perlu diingat bahwa memperbaiki lingkungan itu tidak semudah membalikkan telapak tangan,” katanya. Bupati Bima menyampaikan  “Musibah yang terjadi selama ini memberi pelajaran dan wawasan kepada masyarakat mengenai pentingnya reboisasi bagi lingkungan. Ini katanya, bertujuan untuk membangun kesadaran dan kewaspadaan masyarakat terhadap bencana. “Kita ingin membangun partisipasi semua pihak untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan kesiapsiagaan bencana seperti edukasi kebencanaan, evakuasi mandiri, latihan kesiapsiagaan dilakukan oleh individu keluarga,” jelasnya. Dae Dinda, sapaan akrab Bupati Bima itu mengajak semua pihak, mulai dari anak-anak hingga orang tua untuk menjaga alam dengan menanam. “Kita jaga alam, alam jaga kita,” tutupnya.

(https://bimantika.net/bersama-bupati-dan-walikota-bima-wakil-gubernur-tanam-pohon-di-teluk-bima/)

Dari Apel Siaga Kebencanaan Bima, Tinjau Proyek Hingga Panen Garam

Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, Wagub NTB Hj. Sitti Rohmi Djalillah dan rombongan ikut Panen Garam di Desa Darussalam, Bolo.

Aktivitas Bupati Bima, Wagub NTB dan Walikota Bima di Hari Minggu

Bupati Bima Hj. Indah Dhamanti Putri, SE, menjadi Pembina Upacara pada Apel Siaga Kebencanaan di Lapangan Wadu Pa’a Desa Kananta, Kecamatan Donggo, Minggu (8/12).

Apel siaga sebagai rangkaian Jambore Pengurangan Risiko Bencana itu, dimulai sekitar Pukul 08.30 Wita. Hadir dalam kegiatan itu, Wakil Gubernur NTB Dr. Sitti Rohmi Djalillah, Walikota Bima HM. Lutfi, SE, instansi vertikal, TNI/Polri, kepala BUMN, Non Goverment Organisation (NGO), Valunteer dan kepala OPD lingkup Pemkab Bima.

Ketika membacakan sambutan Wagub dalam apel siaga tersebut, Bupati Dinda menjelaskan, jambore ini dirangkaikan dengan Apel Siaga Bencana, Pelatihan Relawan dan Simulasi Penanggulangan Bencana. “Ini sangat strategis menyatukan persepsi dan koordinasi dalam penanggulangan bencana,’’ ujar Umi Dinda, sapaan Bupati Bima.

Begitu juga penanaman pohon untuk menghijaukan kembali alam, nantinya dapat meminimalisir dampak bencana yang terjadi. “Selain itu, memberikan pembelajaran dan wawasan kepada masyarakat tentang pentingnya reboisasi di lingkungan kita,” tandas Bupati sebagaimana dirilis Kabag Humas Setda Bima, M Chandra Kusuma, Ap.

Jambore bertujuan membangun kesadaran dan kewaspadaan masyarakat terhadap bencana dengan mengajak partisipasi semua pihak. Latihan kesiap-siagaan, masyarakat dapat berpartisipasi mulai lingkungan keluarga, komunitas sekolah, lembaga pemerintah, swasta dan lembaga usaha, hingga dapat memberikan edukasi kebencanaan.

Bupati Bima H. Indah Dhamayanti Putri, SE, Wagub NTB Dr. Sitti Rohmi Djalillah, Walikota Bima HM. Lutfi, SE.

“Ini agar kita memiliki insting yang akhirnya masyarakat Kabupaten Bima selamat hari bencana,” paparnya.

Usai menjadi Pembina Apel Siaga Bencana, Bupati Bima Wagub NTB, Walikota Bima dan rombongan, meninjau kondisi jembatan penghubung di Desa Kànanta, Kecamatan Soromandi.

Selanjutnya, meninjau sejumlah proyek yang dibangun menggunakan APBD Kabupaten Bima di Kecamatan Donggo.

Namun, sebelumnya, rombongan tersebut menyempatkan diri mengunjungi prasasti Wadu Pa’a. Mereka menggunakan transportasi laut (boat) dari Pelabuhan Laut Bima menuju Dermaga di Desa Bajo, Soromandi.

Setelah tuntas rangkaian kegiatan di Soromandi, rombongan Bupati dan Wagub mengunjungi Bank Sampah di Nggembe, Posyandu di Desa Timu dan Panen Garam di Desa Darussalam, Kecamatan Bolo. Di Desa Darussalam, rombongan ini ikut mencoba memanen garam.

(http://lakeynews.com/2019/12/08/dari-apel-siaga-kebencanaan-bima-tinjau-proyek-hingga-panen-garam/)